

Kita hidup di era di mana gedung-gedung tinggi terus tumbuh, transaksi digital semakin instan, dan angka-angka pertumbuhan ekonomi sering dibanggakan. Namun di balik itu semua, ada sebuah ironi yang menyayat hati: harga kebutuhan pokok melambung tinggi, mencekik mereka yang hidup dari upah harian.
Bagi sebagian orang, kenaikan harga beras atau minyak goreng mungkin hanya mengurangi sedikit jatah jajan bulanan. Namun bagi jutaan kepala keluarga prasejahtera di luar sana, setiap rupiah kenaikan harga pangan adalah alarm bahaya. Upah buruh harian, ojek online, dan pedagang kecil tak pernah mengejar kecepatan inflasi.
Malam ini, di saat kita bisa memesan makanan dengan sekali klik di ponsel, ada seorang ayah yang duduk termenung di sudut ruang tamu. Ia bingung bagaimana menjawab pertanyaan anaknya yang polos, "Ibu, malam ini kita makan pakai lauk apa?" padahal beras di dapur sudah habis sejak pagi.
Sahabat, kelaparan bukanlah cerita fiksi dari negeri yang jauh. Ia nyata, ada di balik dinding-dinding triplek tetangga kita, di sekitar perkebunan tempat kita melintas, dan di sudut-sudut kota yang luput dari pandangan.
Jika ketimpangan ini terus dibiarkan, kemiskinan akan terus menggerus martabat dan masa depan generasi penerus bangsa. Kita tidak boleh menutup mata.
Bergerak atas dasar kepedulian dan amanah umat, Yakesma Riau menghadirkan program "Lumbung Pangan Bahagia".
Ini bukan sekadar program bagi-bagi sembako instan yang habis dalam sehari. Melalui Lumbung Pangan Bahagia, kami membangun sistem ketahanan pangan gotong royong. Kami mengumpulkan kepedulian dari Anda untuk dikonversi menjadi stok pangan terbaik—mulai dari beras, minyak, hingga kebutuhan nutrisi pokok lainnya.
Yakesma akan bergerak menyisir pemukiman padat, mengantarkan langsung paket pangan ini ke pintu-pintu rumah janda tua, buruh informal, dan keluarga yang sedang berada di titik nadir ekonomi. Kita ingin memastikan dapur mereka kembali mengepul, dan senyum anak-anak mereka kembali merekah.
Uang Rp50.000 bagi kita mungkin hanya habis untuk sekali jajan kopi. Namun di tangan Yakesma, itu berarti satu paket pangan yang bisa menyambung napas satu keluarga selama beberapa hari ke depan.
Mari ambil bagian dalam kafilah kebaikan ini. Jadilah penyelamat pangan bagi mereka.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik